Supply Chain Management in Aircraft MRO Part 1

Supply chain management merupakan salah satu isu paling hangat dalam dunis industri akhir akhir ini. Supply chain management atau sering kali dikenala dengan manajemen rantai pasok merupakan sebuah study yang menitikberatkan pada metode pengelolaan aliran material dan informasi dalam suatu sistem perusahaan guna meningkatkan responsiveness dan efisiensi sistem tersebut. Bagi mahasiswa Teknik Industri, SCM (Supply Chain Management) bukan suatu hal yang baru, namun SCM dalam dunia kuliah kebanyak berbicara tentang dunia manufaktur dan jasa pelayanan umum, jarang sekali ada pembahasan tentang supply chain management dalam dunia penerbangan umumnya dan khususnya industri perawatan pesawat terbang.

Berikut saya sampaikan rantai pasok dalam dunia penerbangan dan perawatan pesawat versi saya.

Supply Chain Management in Aircraft MRO

Supply Chain Management in Aircraft MRO

 Industri penerbangan komersiil merupakan industri yang syarat akan regulasi dan safety. Oleh karena itu bukan suatu hal yang aneh apabila dalam sistem supply chain management melibatkan pemerintah sebagai regulator, FAA dan EASA. Siklus rantai pasok dalam dunia perawatan pesawat melibatkan berbagai entity seperti supplier baik pabrik pembuat pesawat, material dan komponen supplier, kesemuanya berada di supply side sebagai pendukung proses perawatan pesawat. Sedangkan di demand side ada entity airline, perusahaan leasing pesawat dan beberapa industry yang berkaitan dengan perawatan engine.

Bagaimana mengelola semua enitity tersebut sebagai satu sistem orkestra sehingga seluruh lini rantai pasok sistem perawatan pesawat berjalan dengan efektif dan efisien. Menurut saya beberapa metode berkaitan dengan rantai pasok dalam perawatan pesawat adalah sebagai berikut :

1. Tentukan design supply chain dari sistem, apakah responsiveness apakah efisien? Seringkali orang ahli bilang adalah decoupling point. Dimana posisi perusahaan anda dan arah perusahaan anda. Dengan penentuan titik ini maka akan dapat menentukan apa saja strategi yang harus dilakukan oleh perusahaan anda dan juga bisa mengukur berapa banyak resources yang dibutuhkan untuk merealisasikan metode tersebut.

2. Supply side strategi responsiveness, anda harus bisa mengukur tingkat responsiveness sistem dalam supply resources yang dibutuhkan seperti material, manpower dan beberapa supporting item seperti IT.

3. Demand side strategi effectiveness, anda harus bisa mengukur seberapa besar kapasitas sistem anda bisa memberikan service perawatan kepada customer. Dengan hal ini anda bisa menentukan berapa slot maintenance yang harus ada setiap harinya.

4. Sustainability SCM methods and strategi. After all anda sendiri harus konsisten dengan sistem dan strategi SCM di perusahaan anda.

5. SCM Continuous improvement, jangan berhenti dengan kinerja SCM sekarang, selalu laksanakan perbaikan dan ide untuk mengurangi non value added activity.

Have a psotive day

 

Posted in Aircraft Engineering, Industrial Engineering, My Opinions | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

How To Managing Aircraft Technical Delay

Delay? Delay dalam dunia penerbangan sudah hal yang biasa terjadi. Delay merupakan salah satu indikator kesuksesan operational suatu airline. Sudah bukan menjadi rahasia jika suatu airline penerbangannya sering delay pasti akan rugi secara operasional. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah delay bisa dihilangkan dalam dunia pernerbangan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut mari kita lihat trend delay di negara maju seperti USA. Dari statitisk yang diterbitkan oleh AGIFORS, m2p.net menyebutkan bahwa penerbangan yang ontime di tahun 2007 sebesar 75,67%, penerbangan yang di “cancel” sebesar 1,71% dan penerbangan yang delay sebesar 22,62%. Dengan trend semakin meningkat jumlah penerbangan, konsekuensi delay juga meningkat. Artinya selama ada penerbangan namanya delay selalu ada, hanya jumlahnya yang bisa ditekan. Delay tidak bisa dihilangkan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengurangi jumlah penerbangan delay?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut hal mendasar yang harus diketahui adalah konsekuensi bagi si airline apabila penerbangannya delay? Mari kita lihat statistik dari AGIFORS berikut.

Delay Cost

Setiap menit terjadi delay di USA pada tahun 2006, si airline harus menanggung biaya kerugian sebesar $57,08 atau sekitar 500 ribu rupiah. Selain itu hal dasar yang perlu dipahami adalah apakah penyebab terjadinya delay? Apakah penyebab tersebut bisa dikontrol oleh si airline? Bagi anda yang berkecimpung di dunia airline harusnya paham dan bisa menjawab pertanyaan di atas dengan baik. Menurut statistik AGIFORS bahwa beberapa penyebab delay tidak bisa dikontrol atau dikendalikan oleh si airline. Berikut summary penyebab delay dan penjelasannya yang saya kutip dari AGIFORS.

Delay Categories

Dari beberapa delay tersebut beberapa yang bisa dikendalikan oleh si airline adalah ground handling, maintenance dan rotasi. Artinya bagi si airline dia harus bisa mengatur dan mengendalikan ketiga hal tersebut untuk mengurangi delay.

Beberapa cara untuk mengurangi delay adalah sebagai berikut :

Delay Maintenance

Dari analisa AGIFORS di atas, dapat disimpulkan bahwa bagaimana untuk mengendalikan delay karena maintenance. Hal yang sering menjadi perhatian adalah “Lack of Buffers”. Dengan adanya operasional di outstation sudah menjadi konsekuensi si airline untuk menyediakan resources yang cukup di outstation, material/component, tools, manpower dan supporting communication. Delay yang panjang seringkali terjadi karena lama menunggu material, yang mana material harus dikirim dari Home base. Selain menyediakan resources hal yang menjadi krusial adalah bagaimana prosedur penyedian resources tersebut diatur dan dikontrol dengan baik dalam penerapannya.

First Departure Delay yang merupakan delay yang terjadi di penerbangan pertama setelah pesawat bermalam dapat dikurangi dengan beberapa hal menurut saya selain ketersediaan resources. Pengaturan shift kerja dan penjaminan kualitas maintenance.

Have + Day

Posted in Aircraft Engineering | Tagged , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Line Maintenance Overview

Line maintenance adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia perawatan pesawat yang identik dengan perawatan pesawat online, yang artinya perawatan pesawat yang dilaksanakan tanpa membutuhkan waktu yang membuat pesawar tidak beroperasi, waktu yang digunakan adalah waktu disela pesawat transit dan berhenti di malam hari yang sering dikenal dengan RON, Remain Over Night.

Jenis perawatan di Line maintenance memiliki waktu pelaksanaan pekerjaan ringan mulai dari transit check, walk around check, daily check, service check, weekly check dan A Check. Jenis perawatan tersebut tidak mebuat pesawat dilepas dari jadwal penerbangannya.

Organisasi untuk melaksanakan jenis perawatan pesawat besarnya tergantung dari ukuran si airline, berapa banyak pesawat dan berapa banyak jadwal penerbangannya, dan juga terbang kemana saja tuh pesawat. Biasanya di line maintenance ada organisasi yang sering dikenal dengan MCC, Maintenance Control Center, yang mana berfungsi sebagai koordinator teknis semua aktivitas perawatan pesawat baik di home base maupun outstation/station transit, berkomunikasi dengan operational control center yang menangani schedule pesawat, crew dari sisi operasional komersial.

Manpower yang dibutuhkan untuk perawatan line maintenance biasanya adalah engineer yang bisa melaksanakan RTS, Return To Service pesawat sesuai dengan aturan keselamatan penerbangan civil/CASR. Jumlah dan ukuran manpower yang dibutuhkan tergantung dari network si airline apakah hub and spoke atau point to point, jadwal penerbangan, jumlah fleet/pesawat terbang dan jenis pekerjaan yang dilaksanakan. Hal yang sering menjadi topik populer dalam hal ini adalah penentuan shift kerja dan jumlah manpower.

Hal yang menjadi kontrains di perawatan line maintenance adalah time, dikarenakan jadwal penerbangan sudah fix, seperti transit hanya ada 40 menit, bagaimana mengelola waktu tersebut untuk RTS pesawat sesuai dengan prosedur keselamatan penerbangan sipili. Hal yang menjadi topik di line maintenance adalah delay. Bagaimana mengoptimalkan perawatan pesawat dengan tanpa menyebabkan pesawat delay. Selain itu waktu yang paling krusial di line maintenance adalah antara jam 3 Pagi sampai dengan 9 pagi, dimana waktu tersebut semua pesawat yang berhenti harus melaksanakan tugas untuk terbang pertama kali di hari itu. Oleh karena itu seringkali di beberapa airline asing ketika jam jam tersebut menerapakan double crew yang artinya jumlah manpower yang melaksanakan perawatan menjadi 2x lipat lebih banyak.

Line Maintenance Crew

Bagaimana jika terjadi kerusakan pesawat yang ketika di line maintenance terutama di transit check? Hal pertama yang dilaksanakan adalah mempertimbangkan jenis kerusakan dibandingkan dengan waktu tersedia untuk transit tanpa menyebabkan delay. Semua pelaksanaan perbaikan harus dikomunikasikan dengan baik ke PIC, Pilot in Command dan Ground Handling Staff, apakah perbaikan membutuhkan waktu lebih dari waktu transit atau masih dalam range waktu transit yang tersedia. Sehingga dengan komunikasi pertimbangan teknis perawatan yang jelas, preventive jadwal penerbangan agar tidak delay. Semua perbaikan harus selalu sesuai dengan prosedur perawatan penerbangan sipil dan dikomunikasikan dengan baik ke MCC. MCC berperan sebagai advisor dalam pelaksanaan perbaikan dengan mempertimbangkan berbagai aspek baik komersial jadwal pernerbangan sehingga dengan pertimbangan proses perbaikan selalu disertai dengan corrective action dari segi komersial dan perawatan.

Line maintenance biasanya menjadi satu dengan organisasi airline namun seringkali juga bisa di outsource/subkontrakan.

Demikian sekulimit tentang line maintenance.

Hv + D

Posted in Aircraft Engineering | Tagged , , , , , , , | Tinggalkan komentar

ERP System in Aviation Business

ERP

aircraftcommerce.com , IT merupakan salah satu hal yang dijadikan senjata oleh beberapa airline, MRO dan OEM dalam mengembangkan bisnisnya. Dari beberapa MRO yang konon menjadi pusat kiblat bisnis perawatan pesawat, menempatkan IT sebagai key business mereka, dengan platform SAP dan custimized manage/m®.

ERP merupakan sebuah orkestra system, setiap entity dalam suatu system memiliki peran masing-masing dalam kolaborasi system untuk menghasilkan output yang direncanakan. Lebih detil dengan ERP baca di ERP All About.

Dari aircraftcommerce, ERP system yang dikenal dalam dunia aviasi adalah :

1. IFS, merupakan joint venture antara BAE system dengan IFS BA, produknya adalah IFS MRO yang banyak digunakan untuk MRO pesawat militer. Detilnya bisa dilihat di IFS

2. Lufthansa System (SAP), merupakan anak perusahaan dari Lufthansa Technik yang fokus pada IT service total. Dengan platform menggunakan SAP, Lufthansa System mampu menjual total IT solution buat pemain di bisnis aviasi. Detilnya lihat di Lufthansa System.

3. 2MoRO SAP, dengan produk yang sering dikenal dengan aero one, aero webb dan Bfly. Aero one merupakan add on SAP yang memberikan solusi untuk MRO, OEM dan Airline.

4. Oracle, merupakan perusahaan dengan IT solution yang sudah terkenal. Produk mereka untuk dunia aviasi adalah cMRO.

5. SAP, sudah umum diketahui, ERP yang paling dikenal di berbagai industry. Dengan produknya SAP netweaver.

Semua ERP system di atas menggunakan teknologi java/.Net.

Have a Positive Day.

Posted in Aircraft Engineering, Industrial Engineering, Just Write, My Opinions | Tagged , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Motivational Quote Terbaik Sepanjang Masa

Bingung cari quote untuk motivasi orang lain atau diri senidiri? Ini dia ada ebook nya,,, gratis anda miliki cukup klik saja. Ebook ini dibuat oleh David Riklan dengan Judul “The 501 Top Inspirational Quote of All Time. Anda juga bisa langsung download ke webnya www.SelfGrowth.com .

Life Well,,, Laugh Often,,, Love Much,,, -Origin Unknown-

Download quotes501

Have a positive day

Posted in Just Write, My Opinions, Najjah, Safinnah | Tagged , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pilih Mana? Bombardier CRJ 1000 vs Embraer 190

Menurut Aircraftcompare.com berikut perbandingan antara bombardier dan embarer.

Embraer vs Bombardier

 Banyak hal yang harus diperhatikan dalam memilih fleet bagi maskapai. Termasuk kemampuan teknis si pesawat sendiri.

Bombardier dan Embraer merupakan eks BUMN di masing-masing negaranya, jika Bombardier merupakan eks BUMN Kanada, sedangkan Embraer merupakan eks BUMN Brasil.

Di Indonesia maskapai yang akan menggunakan Embraer adalah Sriwijaya Air.

Have a positive day

Posted in Aircraft Engineering, My Opinions | Tagged , , , , , | 2 Komentar

Industrial Engineer in Aircraft Maintenance Business

Dunia penerbangan memang membutuhkan seorang engineer pesawat terbang yang handal. Lebih khususnya lagi bisnis perawatan pesawat memang identik dengan seorang aircraft engineer yang harus memiliki license. Sebagaimana layaknya industri yang lainnya, bisnis perawatan pesawat terbang sebenarnya identik/sama dengan bisnis kontraktor atau manufaktur yang Business to business alias Make To Order secara umumnya. Bagaimana dengan industrial engineer di bisnis ini? Apakah masih relevan dengan ilmu yang dia dalami?

Industrial engineer merupakan sebuah profesi yang sangat kental dengan yang namanya production planning, supply chain management dll. Di dunia penerbangan sekarang ini yang menuntut industri penerbangan terutama MRO untuk lebih menjadi efisien dan efketif maka posisi industrial engineer sangat dibutuhkan. Industrial engineer yang memahami bagaimana sistem berjalan, bagaimana sebuah sistem membentuk value chain. Industrial engineer sangat dibutuhkan untuk menjadi katalis dalam menjalankan sebuah sistem.

Industri penerbangan sangat erat sekali dengan yang namanya maintenance planning and control yang merupakan sebuah transformasi ilmu project management. Dibutuhkan sebuahk analisa yang kuat terhadap sebuah sistem dengan entity yang terlibat di dalamnya. Industrial engineer berperan dalam memberikan analisa material and inventory control yang dibutuhkan untuk mendukung perawatan pesawat. Industrial engineer dibutuhkan untuk memberikan sebuah jawaban bagaiamana menjalankan sebuah project dengan fokus cost control dan lead time yang ketat.

Berikut scope departemen di dunia penerbangan yang membutuhkan seorang industrial engineer :

1. Maintenance Planning & Control, acting as planner, planning engineer and engineer

2. Material Management, Material Planner

3. Distribusi and shipping department, Inventory Analyst

4. ICT, Business analyst

5. Production, Engineer

6. Marketing, Account manager

So jika anda seorang industrial engineer jangan takut untuk berkarir di dunia penerbangan.

Have a positive day

Posted in Industrial Engineering, Just Write, My Opinions, Najjah, Safinnah, Technology | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Why is IT Aircraft MRO so complicated?

Information & Communication Technology which known as ICT is a element of system. You can how system run properly by the ICT in your organization. Years ago ICT just a tools to support system, but now in my mind, ICT is a key of your business. In a global situations, responsiveness and flexibility to be more more aspect must be had by organization. Quick action with changing customer expectation that various need and requirement. Quick internal process reflect to productivity. The question is, Which ICT strategy must be selected by your organization? outsourced, buy or make?

MRO Strategy Matrix copyright http://www.aviationbusiness.com.au

Whatever your strategy about ICT, first you must consider is people who will used that ICT. Why? the illustration is,, you give stone and hand phone to primitive people and modern people, which one selected by primitive? yes stone and modern select hand phone? ICT strategy must consider your organization habits. Your organization culture will be key factor for your IT strategy selected.

Why is IT MRO so complicated?

In my idea, MRO have many function must be ran, MRO company at least have 6 function must be ran, Engineering and Planning, Production, Material Management, Finance Management, Human Resources Management and Marketing management. Why is IT MRO so complicated? MRO run their function as same as with other company, example manufacturing. The complicated of IT aircraft MRO is a effect of your MRO play. Independent MRO with Airline MRO have different requirement for IT. Independent MRO have business make to order, airline MRO have business engineering to order.

Have a positive day

Posted in Aircraft Engineering, Industrial Engineering, My Opinions | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

The Easiest Way To Solve The Problem and Make Strategy

Barangkali bukan suatu hal yang asing lagi bagi para pekerja kantoran, eksekutif muda dan seorang manusia untuk membuat sebuah keputusan dan menyelesaikan masalah. Banyak sekali cara dan pendekatan yang dilakukan untuk menyeselaikan suatu masalah. Mulai dari yang pendekatan ilmiah dan non ilmiah. Ketika anda dihadapkan pada suatu masalah yang menuntut untuk segera diselesaikan anda bebas untuk menentukan pendekatan penyelasaian masalah tersebut, apakah secara ilmiah atau non ilmiah. Ilmiah sudah pasti anda akan menggunakan komputer alias otak anda untuk berpikir secara logika, AMBAK, Apa manfaat bagiku? Jika saya selesaikan masalah ini dengan cara A, Cara B dst. Non ilmiah sudah pasti anda tidak menggunakan akal anda dengan baik, alias tidak ada perhitungan AMBAK nya.

Cara yang mudah dalam menentukan sebuah solusi dalam menghadapi masalah adalah dengan cara menggambarkan permasalahan anda dalam sebuah gambar, peta atau coretan yang menunjukan alternatif dan peluang-peluang terbaik cara penyelesaian masalah.

Contoh jika anda dihadapkan dengan keputusan apakah resign atau tetap bertahan di pekerjaan anda sekarang, hal yang pertama anda lakukan adalah menggambarkan tujuan dan pertimbangan apa saja yang menyebabkan anda harus resign atau tetap bertahan. Pertimbangan tersebut bisa anda sederhanakan menjadi 2 aspek terpenting menurut anda. Contoh pertimbangan anda dalam bekerja adalah benefit, beban kerja, keluarga, peluang karir, jarak dari rumah, pengalaman dll. Dari list di atas anda kerucutkan dan gambarkan dalam sebuah matriks 2×2. Ibarat kata aspek yang terpenting menurut anda adalah Uang dan Karir. Kemudian anda buat matriks 2×2 seperti berikut :

Matriks 2x2 Contoh

Matriks di atas adalah contohnya. Dari uraian di atas sebenarnya saya akan menunjukan bahwa dengan menggunakan matriks 2×2, memudahkan anda dalam melaksanakan pengambilan keputusan dalam menghadapi permasalah tertentu. Masih banyak lagi contoh tentang matrik 2×2 dan ada ebooknya juga yang menjelasakan the magic of 2×2 matrix.

Berikut contoh-contohnya :

Matriks 2x2 Courtesy theoccasionalceo.blogspot.com

 

Courtesy www.allen.com

and manymore

Have a positive day

Posted in Industrial Engineering, Just Write, My Opinions | Tagged , , , , , , , , | 1 Komentar