Production Planning Inventory Control, Economic Order Quantity

Economic order quantity atau yang sering dikenal dengan EOQ merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk mendapatkan material pada jumlah yang tepat alias murah. EOQ merupakan rumusan yang sering dipelajari oleh mahasiswa teknik matematika rekayasa, riset operasi dan teknik industri. Bagaimana mendapatkan material dengan jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat itulah EOQ. Ada beberapa hal yang perlu dipahami dari EOQ ini yaitu :

1. Demand atau permintaan bersifat terus menerus dan konstan

2. Proses bersifat terus menerus dan infinitif, replenishment atau pengisian ulang bersifat instan atau dapat dipenuhi waktu itu juga.

3. Konstrain kuantitas tidak diperhitungkan, shortage atau kekurangan stock tidak diijinkan dalam permodelan EOQ ini.

4. Biaya merupakan formula dari variasi waktu dan jumlah order.

Selanjutnya bagaimana rumusan EOQ didapatkan? Mari kita pahami persamaan-persamaan berikut :

TC = Total cost of the inventory system in dollars per unit time (year);

Q   = Order quantity (pieces per order);

I    = Inventory (number of pieces);

C   = Cost per unit in dollars;

R   = Inventory holding cost in dollars per dollar per unit time (year);

H   = Annual holding costs in dollars per item per year, H ¼ arc;

A   = Order cost in dollars per order;

D   = Demand rate pieces per unit time (year); and

T   = Cycle period in years

Persamaan di atas merupakan persamaan pertama dalam mendapatkan rumusan EOQ. Total cost merupakan jumlah dari CD, AD/Q dan ΓCQ/2.

CD merupakan harga material per unit dikalikan dengan jumlah permintaan material. Sering kali biaya ini disebut dengan purchase cost.

AD/Q merupakan biaya order, dimana merupakan jumlah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan frekuensi order.

ΓCQ/2 merupakan holding cost, rata-rata inventory yang disimpan oleh perusahaan Q/2 dikalikan dengan ΓC Holding Cost.

Dari persamaan di atas dapat dilakukan diferensial dengan menurunkan Q, sehingga rumusan diatas menjadi sebagai berikut :

EOQDengan menurunkan maka nilainya diferensial CD nol karena dianggap konstanta, sedangkan untuk DA/Q menjadi AD/Q2 dan ΓCQ/2 holding cost menjadi ΓC/2, sehingga didapatkan persamaan seperti di atas. Kemudian dengan persamaan di atas dengan menggunakan persamaan maka akan didapatkan persamaan sebagai berikut :

Rumusan di atas tersebut merupakan rumusan EOQ yang sangat terkenal sepanjang jaman. Dasar dari perhitungan penentuan jumlah material yang dibutuhkan (lot size) dengan menggunakan komponen jumlah permintaan, harga order dan holding cost. Dengan menggunakan model tersebut kita dapat melakukan perhitungan kebutuhan material. Dengan melakukan modifikasi dipersamaan pertama dapat dilakukan variasi perhitungan untuk demand yang berubah, lead time dan kombinasi yang lainnya.

Berdasarkan rumusan EOQ tersebut maka dapat dibuatkan grafik fungsi cost dan kuantitas sebagai berikut :

EOQ4

Grafik di atas menunjukan Q optimum di dapat ketika A(D/Q*)=ΓC(Q*/2). Artinya ketika order cost sama dengan holding cost.

Bagaimana perhitungan inventory di tempat anda, jika ingin mendapatkan contoh EOQ dengan spreadsheet klik disini

Hv + D

Bookmark and Share

About these ads

Tentang Suhartono

Person who pursuit a happiness
Tulisan ini dipublikasikan di Industrial Engineering dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Production Planning Inventory Control, Economic Order Quantity

  1. Terima Kasih Banyak informasinya, sangat bermanfaat.

  2. joni berkata:

    Mas..
    pada metode EOQ inikan permintaan selalu KONSTAN dan kontiniu, jadi apa bila jumlah permintaan bersifat fluktuatif tidak konstan apakah metode ini dapat digunakan..????
    kalau ya, alasannya apa dan kalau tidak kenapa..??
    mohon pencerahannya…??

    • safinnah berkata:

      Betul, EOQ menggunakan asumsi bahwa semuanya deterministic, bahkan EOQ menggunakan asumsi bahwa lead time pengiriman nol, barang ada ketika stock zero, oleh karena iti diperkenalkanlah model inventory stohastik yg mengakomodasi bahwa lead time, order dan inventory tdk zero, sehingga dikenal adanya reorder point dan service level.

      Semoga membantu

      • joni berkata:

        jadi mas kalau datanya tidak konstan, tidak bisa menggunakan EOQ..??
        tapi kalau dari contoh2 perhitungan yang saya baca walaupun datanya tidak konstan, tetap digunakan EOQ padahal asumsi tidak terpenuhi hal ini membuat saya bingung, dari referensi buku2 yg saya baca juga mengatakan asumsi semuanya deterministik dan Konstan tapi contoh perhitungan yg diberikan datanya gak konstan.. Kok bisa..??

        Mohon penjelasan mas, maaf mas banyak nanyaknya…!!!

      • safinnah berkata:

        Jika data tidak konstan alias bervariasi, tapi deterministik, bisa pake EOQ, karena tujuan dr EOQ adalah untuk minimize biaya, tidak masalah berapa ordernya dan konstan apa gak ordernya. Satu hal kelemahan EOQ adalah dia berasumsi bahwa lead time order datang zero.

        Apabila ada contoh penggunaan EOQ dengan demand tidak konstan, sdh pasti demand tsb dibuat rata2.

        Semoga membantu

      • joni84 berkata:

        terima kasih mas atas penjelasannya

      • safinnah berkata:

        You are welcome

  3. Inndahh Lestary berkata:

    bagaimana jika baragng yg dipesan datang sebelum tanggal yg telah disepakati atau terlamabt?? apa saja pengaruhnya dan bagaimana megatasinya, serta apa saja kelemahan dari EOQ itu sendiri..dan apakah EOQ masih relean digunakan jika perusahaan berada dalam case seperti itu ataukah ada metode yg lain yg bisa digunakan??

    terima kasih sebelumnya :)

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s